
Tutorial pemasangan navigasi halaman ini sudah pernah saya bahas dulu, dengan cara meletakkan langsung seluruh kode di gadget. Namun masih saja ada yang kesulitan dengan panduan peletakkan navigasi halaman tersebut. Sekarang saya akan coba berikan sedikit tips yang berbeda dan tentunya dengan variasi bentuk yang lebih menarik. Saya tidak akan panjang lebar menjelaskan tentang pengertian navigasi halaman ini karena sudah pernah saya bahas sebelumnya.
Kode css dan javascript ini saya ambil dari blog mybloggerthemes dengan bentuk yang sama persis. Tapi jangan menelan mentah-mentah kode css yang ada karena sobat bisa kreasikan sesuai dengan warna background blog sobat. Jika kode script ini saya pasang langsung di template pasti akan membuat sobat pusing karena kode ini sangat panjang, oleh karenya saya simpan saja di google sites. Berikut cara pemasangannya.
1. Setelah login di blogger, silahkan sobat klik Rancangan.
2. Kemudian klik tab Edit HTML.
3. Untuk radio button Expand Template Widget tidak usah di klik karena akan menambah pusing nantinya.
4. Letakkan kode css berikut ini sebelum kode ]]></b:skin>
margin:0 6px 0 0
}
.showpageNum a:hover {
background:#222;
color:#FFF
}
.showpagePoint {
color:#FFF;
text-shadow:0 1px 2px #333;
padding:4px 10px;
margin:0 2px;
-webkit-border-radius:2px;
-moz-border-radius:2px;
background:#222;
text-decoration:none
}
.showpageNum a {
color:#FFF;padding:4px 10px;
margin:0 2px;
text-decoration:none;
-webkit-border-radius:2px;-
moz-border-radius:2px;
background:#848484
}
.showpageOf {
color:#222;
5. Dan letakkan kode berikut sebelum </body>
<script type='text/javascript'>
var home_page="/";
var urlactivepage=location.href;
var postperpage=10;
var numshowpage=7;
var upPageWord ='◄';
var downPageWord ='►';
</script>
<script src='http://miscah.googlecode.com/files/pagenav.js' type='text/javascript'/>
6. Kemudian Simpan Template.
Keterangan :
• var postperpage=10; adalah jumlah postingan dalam satu halaman, sesuaikan dengan jumlah postingan sobat, jika jumlah postingannya 5 maka ganti angka tersebut dengan angka 5.
• var numshowpage=7; adalah jumlah tombol navigasi dalam satu halaman.
Semoga berhasil ya !

BAGI semua orang tua, pendidikan adalah hal paling penting bagi anak.Sebab dengan pendidikan, orang tua sudah memberikan bekal bagi anak-anak untuk kelangsungan hidup di masa depan.
Namun ternyata, tidak sedikit orang tua yang masih kebingungan dengan problem biaya pendidikan anak-anak yang tidak cukup terjangkau. Akibatnya, tak jarang bila kemudian tak sedikit pula anakanak tak mendapatkan pendidikan sebagaimana harusnya.
Memang, pada sebagian orang tua, ada yang tetap bersikap “nekat” untuk terus memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.Hanya risikonya, mereka memang harus betul-betul banting tulang dan mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Fenomena “kebingungan” hampir sebagian besar orang tua tentang biaya pendidikan anakanaknya tak lepas dari semakin mahalnya biaya pendidikan dari hari ke hari.Sementara tingkat kebutuhan terhadap pendidikan sendiri tak bisa diabaikan mengingat masa depan yang membutuhkan kompetensi lebih tinggi.
Namun, kebingungan seperti demikian,sewajarnya tak lagi menjadi problem bagi sebagian besar orang tua. Sebab, masalah pendidikan anak-anak bisa disiasati sejak dini sehingga tak perlu lagi setiap orang tua alami kerepotan luar biasa saat anak-anaknya menempuh pendidikan. Bahkan orang tua juga bisa mengarahkan pendidikan anakanaknya sesuai harapan.
Sebut misalnya kuliah pada jurusan yang memiliki prospek cerah, namun menuntut biaya sangat tinggi atau bahkan kuliah ke perguruan tinggi bonafide di luar negeri. Semua hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan setiap orang tua,menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan tinggi dengan lebih berkualitas.
Tinggal bagaimana para orang tua bisa memanfaatkan strategi pembiayaan pendidikan anak-anak secanggih mungkin. Para orang tua sangat mungkin menyiasati kebutuhan biaya pendidikan anak-anak karena saat ini mereka bisa memanfaatkan berbagai instrumen tabungan berbasis proteksi atau lazim dikenal asuransi pendidikan.Dengan asuransi pendidikan, para orang tua bisa mempersiapkan pembiayaan pendidikan anak-anaknya di masa mendatang.
Perencana Keuangan dari Mike Rini & Assosiates, Financial Counselling & Education Mike Rini Sutikno menyatakan,biaya pendidikan di dalam negeri bisa dikategorikan sebagai investasi yang mahal. Karena itu, diperlukan perencanaan keuangan yang baik bila ingin memberikan pendidikan terbaik bagi setiap anak-anak.
“Untuk itu, sebaiknya (setiap orang tua) merencanakan dana pendidikan sejak dini. Dana pendidikan bisa mulai dipikirkan serta disiapkan sejak anak lahir dengan menyisihkan sebagian pendapatan rutin tiap bulannya atau pada waktu tertentu secara rutin,” jelasnya.
Salah satu langkah yang bisa ditempuh setiap orang tua adalah membeli produk asuransi yang mengandung unsur tabungan atau asuransi pendidikan. Selain memberikan penjaminan atas risiko, produk ini juga memberi keuntungan penggunaan sumber pendanaan bila waktu yang direncanakan tepat atau ada risiko yang muncul di tengah “perjalanan”.
“Biasanya model ini digunakan bagi keluarga yang memiliki risiko tinggi, sebut saja orang tua dengan pekerjaan tingkat kecelakaannya lebih tinggi,” jelasnya.
Perencana dan Konsultan Keuangan Wiwit Prayitno menyatakan, asuransi pendidikan menjadi jawaban atas persoalan kebutuhan biaya pendidikan yang berkualitas. “Untuk mencapai itu, kita perlu dengan cermat merencanakan keuangan dari sekarang,” ujar Wiwit. Wiwit menuturkan, kebutuhan asuransi pendidikan juga menjadi hal mutlak mengingat anak-anak bakal dihadapkan pada situasi yang menuntut kompetensi tinggi.
Terlebih saat ini, penerimaan jenjang pendidikan juga terus meningkat. “Sekarang lulusan SD atau SMP (misalnya) bukan nilai mahal lagi, lulusan SMU sekarang sama saja lulusan SMP dulu. Lulusan SMU dulu,sama saja lulusan S-1 sekarang,apalagi lulusan S-1 sekarang jumlahnya sudah banyak,” katanya.
Menurut Wiwit, ada beberapa alasan tentang perlunya mengikuti program asuransi pendidikan. Di antaranya, memastikan ketercukupan biaya pendidikan anak sesuai rencana, menentukan universitas pilihan, mendorong kedisiplinan dalam menabung, dan sebagai sarana investasi dengan mendapat bagi hasil (return) yang tinggi.
“Semakin dini semakin baik, semakin banyak dana terkumpul, semakin besar jaminan kepastian pendidikan anak tertata dengan baik, semakin ringan setiap orang tua menjalankan kewajibannya,” paparnya.
Wiwit menambahkan, produk asuransi pendidikan memiliki dua manfaat (dwiguna) sekaligus. Kedua manfaat tersebut,yaitu fungsi proteksi dan fungsi investasi.
Dengan fungsi proteksinya, produk asuransi tersebut menanggung risiko pertanggungan jiwa seperti kematian orang tua, yakni dengan menjanjikan sejumlah uang tertentu bila si orang tua meninggal di tengah jalan.
Tentunya, uang pertanggungan disesuaikan dengan biaya pendidikan anak dan sudah disepakati di dalam polis. Sedang sebagai investasi, asuransi bakal mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang dibayarkan dengan kompensasi berupa sejumlah dana hasil investasi dalam besaran dan jadwal pemberian sesuai kontrak.
Ini dilakukan agar manfaat diberikan sesuai dengan masa sekolah si anak. Dari sisi tarif, katanya, polis asuransi juga bisa dibayar sesuai dengan tingkat kemampuan dan keinginan masing-masing orang tua. Hanya disarankan agar pembayaran premi dilakukan dalam jumlah nominal yang diperkirakan bisa cukup memadai kebutuhan pendidikan si anak.
Sebut misalnya, si orang tua berencana menabung per bulan senilai Rp1 juta atau Rp12 juta dalam setahun untuk membiayai pendidikan anaknya –sebut misalnya Bayu– yang saat ini berusia dua tahun.

PRIA akan melakukan segala cara untuk meluluhkan hati wanita impiannya. Namun ketika wanita itu sudah menjadi miliknya, pria pun punya aturan main dalam merajut asmara.
Nyatanya, pria tidak suka diatur-atur ataupun disuruh berubah drastis oleh pasangannya. Mengapa?
"Anda jangan mengharapkan pasangan berubah. Anda seolah dapat merasa benar-benar memahaminya, namun tidak mengancam perasaannya," ujar Dan Neuharth PhD, seperti dilansir Marie Claire, Selasa (4/5/2010).
Lantas, perbuatan apa saja yang membuat pria sering kali merasa Anda terlalu mencampuri urusannya?
Pria benci gagasan terikat secara sosial
Bila Anda kerap mengajak pasangan untuk datang pada acara sosialita, sebaiknya tolaklah ajakan teman Anda. Pasalnya, bila Anda sering memaksa pasangan untuk menemani Anda datang pada ajang-ajang berkumpul semacam itu, maka dia akan berpikir sebagai pria yang mudah diatur-atur wanita. Pria juga akan mulai bertanya-tanya, apa yang Anda lakukan sebenarnya ketika mengejar dia. Apa hanya untuk dipamerkan di depan teman-teman Anda?
Tidak berbagi ketakutan Anda
Pria diibaratkan menjadi pelindung bagi wanita. Dia akan melindungi wanita yang berada di sampingnya. Jika Anda merasa gugup akan komitmen dengan segala ketakutannya, biarkan dia tahu. Dia akan menjadi orang yang merasa dibutuhkan dan memegang kendali untuk melindungi Anda.
Sebaliknya, jika Anda jarang berbagi dan merasa cukup mandiri untuk mengatasi berbagai persoalan sendiri, pria akan berpikir apa dirinya benar-benar Anda butuhkan untuk sekadar menemani?
Tidak menghormati privasi pria
Sebuah ruang privasi benar-benar merupakan simbol besar bagi kebebasan seorang pria. Berikan sinyal bahwa Anda menghormati dia, dan tidak terlalu mencampuri privasinya.
Dengan tidak mengintip nomor telepon yang tertera di lcd handphone-nya ketika telepon berdering, ataupun sekadar ingin tahu sms siapa yang tengah dibacanya, merupakan satu dari banyak cara untuk menunjukkan bahwa Anda begitu menghormati privasinya.

JAKARTA - Pengumuman kelulusan tingkat SMA telah berlangsung. Kini saatnya para siswa menentukan pilihan ke mana akan meneruskan pendidikan.
Merebaknya sejumlah perguruan tinggi swasta yang menawarkan lulusan dengan jaminan kerja dan biaya terjangkau, tampaknya tidak membuat para calon mahasiswa ini tergoda. Kebanyakan dari para siswa sudah menentukan kampus mana yang akan mereka pilih, tentunya yang sesuai dengan minat dan bakat.
Sebagian siswa mengaku, tidak terpengaruh oleh tren ikut-ikutan dalam memilih jurusan. Seperti Nurhayati siswi lulusan SMA 89 Jakarta, yang sudah mantap dengan pilihannya.
“Rencananya aku mau masuk akademi kebidanan atau perawat. Soalnya pekerjaan itu enggak pernah ada matinya. Bidan dan perawat kan selalu dibutuhin, lulusannya juga udah jelas banget mau kerja di mana,” ujar Nurhayati, saat diwawancarai okezone, di Jakarta, Selasa (4/5/2010).
Perguruan tinggi negeri pun selalu menjadi pilihan pertama, apalagi jurusan popular seperti komunikasi, ekonomi, teknik dan hukum. Jurusan tersebut, selalu menjadi rebutan ribuan calon mahasiswa.
“Pilihan pertama aku sih pasti perguruan tinggi negeri, soalnya kan udah terkenal kualitasnya terus biasanya lulusan dari situ gampang dapet kerja. Kalau enggak diterima baru nyari yang swasta,” ungkap Etty.
Sedikit berbeda dengan Rendy yang juga siswa SMA 89 Jakarta, dia mengaku tidak memilih perguruan tinggi negeri, karena merasa saingannya sangat banyak dan langsung memilih perguruan tinggi swasta.
“Kalau kualitas kayaknya sama aja deh, bedanya kan cuma negeri sama swasta. Status itu buat gengsi doang. Sekarang masuk Kampus negeri juga mahal, daripada capek-capek daftar sama ikut ujiannya mendingan langsung masuk yang swasta aja,” imbuh Rendy.
Biaya perkuliahan yang sangat mahal juga menjadi pertimbangan bagi para siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan banyak juga di antara mereka yang ingin kuliah memilih perguruan tinggi murah dengan kualitas standar, agar pendidikan mereka tidak putus di tengah jalan.
“Pengennya sih bisa dapet kampus yang murah terus kualitasnya juga bagus, tapi sekarang yang begitu kayaknya jarang ya,” tutup Nurhayati sambil tertawa. (rhs)

Salahsatu bentuk implementasi dari modifikasi sistem operasi dengan menggunakan fasilitas
yang ada pada sistem operasi itu sendiri, maka pada trik kali ini akan dipraktekkan secara
langsung tentang bagaimana cara membuat sebuah program dengan menggunakan JavaScript
yang mampu menciptakan sebuah shortcut dan berguna dalam menonaktifkan komputer. Ingin
mengerti cara membuat serta menggunakannya? Silahkan cermati petunjuk ringkas yang
menarik ini dan praktekkanlah dengan cara mengetikkannya pada editor kesayangan anda.
Cobalah salin script program berikut ini dengan menggunakan Notepad lalu simpan dengan
nama KomputerTidur.js, kemudian ubah Save as type yang tadinya Text Documents (*.txt)
menjadi All Files.
Agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengetikkan program alangkah baiknya jika fasilitas
Word Wrap yang ada di Notepad di nonaktifkan terlebih dahulu sebelum pengetikan script
program.
// Program Sederhana Matiin Komputer Via Klik Kanan
// Programmer : armen
var vbCancel = 2;
var vbYesNoCancel = 3;
var vbYes = 6;
var vbNo = 7;
var vbQuestion = 32;
var vbInformation = 64;
var natan = WScript.CreateObject('WScript.Shell');
var kata = '.:: http://kominedia.blogspot.com/ ::.';
var pesan1 = 'Pilihlah opsi berikut ini:\n'+
'--------------------------\n\n'+
'1. Klik ["Yes"] -> untuk Pasang.\n'+
'2. Klik ["No"] -> untuk Copot.\n'+
'3. Klik ["Cancel"] -> untuk Berhenti.\n\n'+
'>> Pilihan Anda? <<'
var tanya = natan.popup(pesan1,0,kata,vbYesNoCancel+vbQuestion);
if (tanya == vbYes)
{
natan.RegWrite('HKCR\\Directory\\shell\\mati\\',
'> Matikan Windows!','REG_SZ');
natan.RegWrite('HKCR\\Directory\\shell\\mati\\command\\',
'shutdown.exe -s -t 0','REG_SZ');
natan.RegWrite('HKCR\\Drive\\shell\\mati\\',
'> Matikan Windows!','REG_SZ');
natan.RegWrite('HKCR\\Drive\\shell\\mati\\command\\',
'shutdown.exe -s -t 0','REG_SZ');
pesan2 = 'Selesai di pasang!';
natan.popup(pesan2,0,kata,vbInformation);
}
else if (tanya == vbNo)
{
natan.RegDelete('HKCR\\Directory\\shell\\mati\\command\\');
natan.RegDelete('HKCR\\Directory\\shell\\mati\\');
natan.RegDelete('HKCR\\Drive\\shell\\mati\\command\\');
natan.RegDelete('HKCR\\Drive\\shell\\mati\\');
pesan3 = 'Selesai di copot!';
natan.popup(pesan3,0,kata,vbInformation);
}
else
{
pesan4 = 'Berhenti!';
natan.popup(pesan4,0,kata,vbInformation);
}
Carilah file yang bernama KomputerTidur.js. Kemudian Klik dua kali pada ikon file tersebut
untuk menjalankannya. Program diatas juga dapat dijalankan melalui Command Prompt
dengan mengetikkan perintah: cscript KomputerTidur.js.
Cara melihat perubahannya yaitu cobalah klik kanan di Start Menu, atau di salah satu drive
maupun folder yang terdapat di Windows Explorer. Disana anda akan melihat sebuah shortcut
yang dapat anda klik untuk menonaktifkan komputer.
Jika tidak menginginkan shorcut tersebut tampil di Start Menu atau Windows Explorer,
silahkan klik tombol No untuk menghapusnya.
Tetapi jika tidak ada keinginan untuk mengeksekusi program tersebut, silahkan klik tombol
Cancel untuk keluar.
Program diatas sangat aman dan telah diujicoba di sistem operasi Windows XP Professional
Service Pack 2. Sangat mudah dan cepat bukan? Selamat menggunakannya!


Dampak negatif facebook
Dampak negatif (tidak sehat ) dari facebook
Facebook merupakan salah satu layanan jaringan sosial internet yang gratis dimana kita dapat membentuk jaringan dengan mengundang teman kita. Dan dari jaringan yang kita bentuk, dari facebook kita dapat memperhatikan aktifitas mereka, mengikuti permainan/ join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan kita berdasarkan organisasi sekolah, daerah domisili kita dan seterusnya.
Pengguna jejaring sosial Facebook sudah mencapai 300 juta orang, kurang lebih setara dengan jumlah penduduk Amerika Serikat.
“Jumlah pengguna memang sangat banyak, tetapi yang kami pikirkan dari jumlah tersebut adalah bahwa kami baru saja mulai mencapai tujuan kami, yakni menghubungkan setiap orang,” kata Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook pada blog-nya. “ Mark Zuckerberg tidak memperhatikan dampak negatif dari facebook ……………………!!!!!!!!!!
Melihat perkembangan yang begitu pesat dari facebook. Terdapat beberapa dampak negatif (tidak sehat) yang melanda facebookmania dan jejaring sosial sekitarnya. Menurut saya dampak negatif ( tidak sehat ) dari facebook tersebut sebagai berikut :
1. Banyak waktu yang terbuang sia-sia dan tidak bermanfaat.
2. Penurunan produktifitas dalam bekerja ( yang jadi prioritas adalah facebook dulu ).
3. Berkurangnya silaturahmi di dunia nyata.
4. Dapat memicu pergaulan bebas yang tanpa batas. Terbuka peluang selingkuh heheheh……..
5. Menjadi faktor resiko penyakit degeneratif, seperti jantung, kanker, stroke. Karena kurang geraknya anggota tubuh.
6. Beresiko terjadinya beberapa penyakit fisik karena terlalu lama duduk dan memegang mouse. Seperti sakit punggung, nyeri sendi.
7. Anda juga kekurangan waktu tidur. Kehilangan waktu tidur dalam waktu lama dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan depresi dari sistem kekebalan.
dampak lain nya:
Lebih banyak waktu kita yang terbuang sia - sia untuk hal yang kurang bermanfaat
Apa lagi kalau sudah kena sindrom facebookholic alias kecanduan.
Boros duit
Hmm, yang ini tentu tidak bisa dihindari, apalagi yang facebookannya pakai hape, lagi seneng - seneng facebookan, e tau - tau pulsanya sekarat ( Pengalaman pribadi, hehe ).
Malas belajar, mengerjakan tugas atau pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan
La wong facebookan terus, akibatnya secara tidak langsung, kita mengalami apa yang namanya... pembodohan yang menyenangkan.
Memicu terjadinya pergaulan bebas tanpa batas.
Ya, namanya juga dunia maya, dunia tanpa batas, seseorang bisa menjelma menjadi siapa saja dan berbuat apa saja, baik atau buruk
buat and yang tertarik untuk memasang iklannya denga biaya yang relatif murah,silahkan e-mail saya ke
fafarabi@gmail.com
Pengantar
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Dia-lah tulisan ini bisa selesai. Tulisan pertama saya ini membahas mengenai algoritma dalam pemrograman. Mudah –mudahan tulisan ini bisa memberi masukan bagi banyak orang khususnya bagi orang yang mempelajari pemrograman komputer untuk mempermudah mereka dalam membuat sebuah program yang baik.
Dalam membuat sebuah program, ada beberapa hal yang penting, paling tidak menurut saya, yaitu:
1. Tujuan pembuatan program,
2. Algoritma,
3. Bahasa pemrograman itu sendiri
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai algoritma dalam pemrograman. Hal – hal yang akan disajikan di sini merupakan contoh – contoh program yang ditulis dalam bahasa C++ yang kemudian akan dijelaskan lebih detail. Lebih tepatnya jika saya katakan bahwa tulisan ini merupakan kumpulan contoh algoritma yang pernah dibahas dan cukup “populer” sebagai contoh – contoh algoritma.
Pembahasan yang terdapat disini sebenarnya lebih ditujukan kepada orang – orang yang sudah sedikit mengenal bahasa pemrograman C++ sehingga akan mempermudah dalam memahami konsep algoritma yang dijelaskan di sini.
Sekilas Mengenai Algoritma
Algoritma seperti kata kebanyakan orang, bukanlah sesuatu yang hanya berhubungan dengan dunia komputer saja. Algoritma juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini saya mau membahas contoh yang mungkin kedengaran tidak “lazim” digunakan untuk memberi gambaran mengenai algoritma :D.
Beberapa contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari – hari misalnya:
1. Memasak mie instant.
Prosesnya sbb: memanaskan air, membuka pembungkus mie instant (tentunya), memasukkan mie ke dalam air, taruh bumbu di piring, angkat mie jika sudah masak, campurkan dengan bumbu yang sudah ada di piring dengan mie, makan… :D (koq jadi laper? :D)
2. Menelepon
Prosesnya sbb: angkat telepon, tekan nomor teleponnya:
• jika diangkat maka mulai berbicara setelah selesai tutup teleponnya
• jika tidak diangkat, maka tutup teleponnya
Dan masih banyak lagi contoh – contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari.
Algoritma Pemrograman
Sekarang kita mulai membicarakan mengenai algoritma pemrograman. Pertama – tama, akan saya kutip dulu ciri – ciri dari algoritma seperti yang dipaparkan oleh Donald E. Knuth:
• Algoritma mempunyai awal dan akhir.
• Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat sehingga tidak memiliki arti ganda (ambigu).
• Memiliki masukan (input) atau kondisi awal.
• Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir.
• Algoritma harus efektif; bila digunakan benar – benar menyelesaikan persoalan.
Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu setuju dengan hal – hal seperti itu yang terkesan terlalu membatasi. Karena sebenarnya ada banyak cara untuk menghasilkan sesuatu tanpa harus mengikuti aturan yang “baku” / satu aturan saja yang terkesan mengikat, iya kan? Namun jika ada yang mau “bertindak” seperti yang telah dipaparkan di atas, itu sah – sah saja.
Sekarang, kita akan melihat beberapa program, mulai dari yang mudah sampai yang cukup sulit, beserta penjelasannya.
Nilai Terbesar Dari 3 Buah Bilangan
Untuk mencari nilai terbesar dari 3 buah bilangan, dalam C++, kode yang saya gunakan adalah sbb:
#include
using namespace std;
void main() {
int a, b, c, d;
cout << "nilai 1: ";
cin >> a;
cout << "nilai 2: ";
cin >> b;
cout << "nilai 3: ";
cin >> d;
c = (a > b ? a : b);
cout << "nilai terbesar adalah : " << (c > d ? c : d) << "\n";
}
Logika:
Bandingkan nilai pertama dengan nilai kedua. Kemudian yang lebih besar di antara nilai tersebut di bandingkan dengan nilai berikutnya (nilai ke tiga), sehingga di dapat nilai terbesar di antara ketiga variabel tersebut.
Penjelasan kode:
Seperti yang kita lihat di atas, pertama – tama, kita membuat tiga variabel yaitu, variabel a, b, c, dan d. Kemudian, kita meminta user untuk memasukkan nilai untuk variabel a, b, dan d. Setelah itu, kita membandingkan nilai masing – masing variabel. Disini digunakan variabel c sebagai “alat bantu”. Variabel c sendiri menyimpan nilai terbesar antara variabel a dan b. Kemudian ditampilkan nilai yang terbesar yang didapat setelah membandingkan variabel c dan d.
Jumlah Deret
Yang dimaksud dengan jumlah deret di sini adalah misalnya saja yang diminta adalah 3 suku deret. Maka dikalkulasikan menjadi:
1 – 1/3 + 1/5 – 1/ 7
Perhatikan bahwa dalam proses kalkulasi tersebut tanda + dan – berubah setiap kali dilakukan proses perhitungan. Baiklah, sekarang kita membahas kodenya:
#include
using namespace std;
void main () {
int mp = -1;
double satu = 1, ulang = 3;
int masuk;
cout << "masukan nilai : ";
cin >> masuk;
for (int ulang2 = 1; ulang2 <= masuk; ++ulang2) {
satu = satu + ((1 / ulang) * mp);
mp *= -1;
ulang += 2;
}
cout << satu << "\n";
}
Logika:
Melakukan perhitungan dari suku pertama sampai suku ke – n (jumlah suku yang diminta oleh user). Mungkin yang paling “mengganggu” pemikiran Anda adalah bagaimana cara untuk membuat tanda + dan minus berubah – ubah setiap kali, kan? Padahal itu bisa saja diatasi hanya dengan mengalikan -1 dengan -1 sehingga hasilnya bisa menjadi positif , ya kan? Jika sudah begitu, “urusan” berikutnya menjadi beres .
Penjelasan kode:
Kode di atas juga cukup jelas jika diamati dengan baik. Awalnya kita membuat beberapa “buah” variabel:
• Yang akan menjadi input bagi / dari user, yaitu masuk
• Yang akan “menampung” hasil perhitungan, yaitu satu
• Yang akan menjadi pembagi dan terus dinaikkan nilainya, yaitu ulang
• Yang akan “merubah” tanda dan jenis perhitungan (dari penjumlahan menjadi pengurangan dan sebaliknya), yaitu mp
Kemudian kita melakukan perulangan dengan menjumlahkan variabel satu yang bernilai 1 (pada awalnya) dengan hasil dari 1 dibagi dengan variabel ulang dimana nilai awalnya adalah 3, dan kemudian ditambah 2 untuk setiap perulangan yang dilakukan kemudian dikalikan dengan variabel mp yang bernilai -1 pada awalnya sehingga menghasilkan perhitungan: 1 – (1/3).Variabel mp kemudian dikalikan dengan -1 untuk menghasilkan nilai positif sehingga pada perhitungan berikutnya menjadi seperti berikut:
1 – (1/3) + (1/5)
Begitu seterusnya hingga perhitungan mencapai suku ke – n, dan proses perhitungan pun dilakukan sekali lagi dan berhenti. Hasilnya kemudian ditunjukkan oleh variabel satu. Jelas sekali, bukan?
Array
Ok, sekarang, masuk ke “permainan” array. Dalam “permainan” ini, kita akan meminta user untuk memasukkan nomor stambuk yangterdiri atas 7 angka. Masing - masing angka (dari nomor stambuk) tersebut akan disimpan dalam sebuah array yang terdapat variabel a. Nilai dari masing – masing array tersebut akan dikalikan jika nilai tersebut bukan 0 (nol) dan “disimpan dalam sebuah variabel sebut saja x. Kemudian dibuat variabel lain sebut saja b yang memiliki 7 array juga. “Isi” variabel b merupakan hasil dari masing – masing array variabel a ditambah x. Berikut ini kodenya:
#include
using namespace std;
void main() {
int a[7], x = 1;
for (int i = 0; i < 7; ++i) {
cout << "nomor " << i + 1 << ": ";
cin >> a[i];
}
for (int j = 0; j < 7; ++j) {
if (a[j] == 0)
continue;
else {
x *= a[j];
}
}
int b[7];
for (int k = 0; k < 7; ++k) {
b[k] = a[k] + x;
cout << b[k] << "\n";
}
}
Logika:
Dari semua array (angka – angka) yang ada (sudah dimasukkan), kita melakukan “pencarian”. Jika array tersebut bernilai 0 (nol) maka, array tersebut kita lewati. Jika array tersebut bukan bernilai nol (karena itu tentu saja bernilai lebih dari nol, karena secara logika, tidak ada nomor stambuk yang minus, kan?), maka kita kalikan dengan array berikutnya yang juga tidak bernilai nol. Kemudian setelah itu, kita membuat array lain dari sebuah variabel yang lain (tentunya) untuk “ditempati” masing – masing oleh hasil dari masing – masing array variabel yang satunya ditambah dengan hasil perkalian seluruh nilai tadi.
Penjelasan kode:
Pertama – tama, kita buat sebuah variabel (variabel a) untuk menampung 7 buah array, lalu variabel x untuk menampung hasil perkalian seluruh array variabel a. Nilai awal x adalah 1, dengan asumsi bahwa tidak ada nomor stambuk yang seluruhnya 0 (nol) (karena klo gitu buat apa dibuatkan nomor stambuk, kan?) sehingga bisa dikalikan dengan seluruh array variabel a dengan memiliki kemungkinan nilai terkecil adalah 1. Lakukan perulangan untuk setiap array variabel a, dengan “menyisipkan” kondisi agar jika nilai array tersebut adalah 0 (nol) maka dilewati (continue), dan apabila nilainya bukan nol, maka dikalikan dengan variabel x. Setelah selesai, dibuat variabel baru dengan array yang sama, yaitu 7. Lalu perulangan dilakukan lagi untuk mengisi semua array tersebut dengan hasil dari x ditambah dengan masing – masing array variabel a.
Segitiga Siku - Siku
Gambar segitiga yang akan dibuat adalah seperti di bawah ini:
*
**
***
****
*****
******
*******
Seperti yang kita lihat, bahwa terdapat segitiga siku – siku yang dibuat dengan cara membuat simbol “*” mulai dari satu sampai baris ke – n. Misalnya saja, dengan contoh di atas, user ingin menampilkan segitiga dengan jumlah baris 7, maka ditampilkan gambar seperti di atas. Begitu seterusnya. Berikut adalah contoh kodenya:
#include
using namespace std;
void main () {
int segi1;
cout << "";
cin >> segi1;
for (int j = 1; j <= segi1; ++j) {
for (int i = 1; i <= segi1; ++i) {
if (i <= segi1 - j)
cout << " ";
else
cout << "*";
}
cout << "\n";
}
}
Logika:
Bila diamati baik – baik, akan diketahui bahwa, misalnya, jika ada 7 baris yang diminta, maka ada 6 buah spasi yang dibuat lalu kemudian dicetak tanda asterisk “*”, dan pada baris berikutnya ada 5 buah spasi lalu dicetak dua buah tanda asterisk. Lalu kemudian pada baris berikutnya ada 4 buah spasi, pada baris berikutnya lagi ada 3 buah spasi, dst. Dapat disimpulkan bahwa jumlah spasi yang dibuat pada baris pertama adalah:
Total baris yang diinginkan – 1
Lalu kemudian pada baris kedua adalah:
Total baris yang diinginkan – 2
Begitu seterusnya.
Dengan demikian diketahui bahwa untuk mecetak spasi menggunakan rumus:
Total baris yang diinginkan – baris yang akan dicetak
Jadi, misalnya baris yang sedang “dikerjakan” adalah baris pertama maka, rumusnya menjadi: total baris yang diinginkan – 1, begitu juga dengan baris kedua menjadi: total baris yang diinginkan – 2, dst. Jika sudah “melewati” keadaan tersebut, dicetak “*”.
Penjelasan kode:
Pada kode di atas, pertama – tama kita membuat sebuah variabel / identifier dengan nama segi1. Dimana segi1, merupakan input dari user untuk menentukan berapa banyak baris segitiga yang akan dicetak. Setelah itu, dilakukan perulangan untuk mencetak banyaknya baris, di sini kita memakai variabel j. Untuk mencetak spasi dan tanda “*” sendiri digunakan variabel i, dengan kondisi:
• Jika i lebih kecil atau sama dengan segi1 - j, dicetak spasi
Ini karena syarat yang telah dikemukakan sebelumnya, jumlah spasi yang dicetak per baris adalah hasil dari segi1 – j, dimana j adalah baris yang aktual (current) pada saat itu.
• Jika i lebih besar dari segi1, maka dicetak tanda “*”.
Sebenarnya, jika Anda bisa mengamati dengan cukup seksama, maka Anda akan menemukan bahwa kita selalu mencetak dengan jumlah yang sama. Misalnya jumlah baris yang diinginkan adalah 7, maka sebenarnya dalam setiap baris dari baris pertama sampai baris 7, kita selalu mencetak sebanyak 7 kali pada setiap barisnya. Hanya saja ada “variasi”pada setiap barisnya, yaitu jika dengan dikuranginya segi1 dengan j, maka denga sendirinya jumlah “*” yang tercetak akan semakin banyak dan pada akhirnya sama dengan jumlah baris yang diinginkan. Jadi, cobalah bayangkan bahwa yang kita cetak adalah sebuah persegi / persegi panjang dengan gambaran seperti yang telah disebutkan di atas (bisa, kan? ).
Hal ini terus berlanjut pada setiap baris dan pada ahirnya berhenti pada kondisi dimana jlebih besar dari segi1Hasilnya dapat Anda lihat pada screen shot berikut:
Baris Ganda
Kali ini Anda diminta untuk membuat / menampilkan berapa banyak baris yang diminta oleh user tapi dengan menggandakan setiap baris yang dicetak di layar. Misalnya, jumlah baris yang diminta adalah 5, maka yang tercetak adalah:
11
2222
333333
44444444
5555555555
Maka kode yang saya buat adalah sebagai berikut:
#include
using namespace std;
void main () {
int in;
cout << "banyaknya baris: ";
cin >> in;
for (int i = 1; i <= in; ++ i) {
for (int j = 1; j <= i * 2; ++j) {
cout << i;
}
cout << "\n";
}
}
Logika:
Logika yang digunakan di sini cukup mirip dengan cara kita mencetak segitiga siku –siku ke layar. Mungkin bisa dibilang ini masih ada “hubungan keluarga” dengan yang tadi . Disini kita melakukan perulangan untuk mencetak baris yang diminta oleh user. Dalam melakukan perulangan tersebut, kita menampilkan baris yang dicetak pada saat itu. Misalnya jika baris yang sedang dicetak pada saat itu adalah baris kedua, maka yang ditampilkan adalah angka 2. Begitu seterusnya. Perhatikan bahwa angka – angka yang dicetak memiliki sebuah pola. Pada setiap baris yang sedang dicetak pola dari angka –angkanya adalah: baris yang sedang dicetak dikali 2. Misalnya pada baris pertama, jumlah angka / banyaknya angka yang dicetak adalah 1 X 2 = 2 kali di cetak. Pada baris kedua, banyaknya baris yang di cetak adalah 2 X 2, dst. Hal ini berlanjut sampai baris yang diinginkan oleh user sudah tercetak.
Penjelasan kode:
Pada kode di atas, dibuat variabel untuk menampung berapa banyak baris yang diinginkan oleh user (in), just like usual . Berdasarkan input dari user tersebut, kita membuat perulangan untuk mencetak baris – baris yang diinginkan user. Dalam perulangan ini, kita “menyisipkan” sebuah perulangan lagi untuk mencetak angka ke layar (dengan menggunakan variabel j). Perulangan ini dilakukan dengan kondisi j lebih kecil atau sama dengan i dikali 2. Dimana, i adalah baris yang sedang dikerjakan dan j adalah berapa banyak perulangan yang dilakukan dalam kondisi j lebih kecil atau sama dengan i.
Berikut ini screen shot-nya:
Menyebut Angka Terbalik
Kita mulai memasuki salah satu bagian favorit saya yaitu “mengkonversi” bilangan menjadi kalimat / kata – kata . Kita memasuki dulu bagian yang mudahnya, menyebut angka dengan terbalik. Kali ini, kita meminta user untuk mengurangi bilangan apa pun (yang lebih kecil dari 10.000) dengan 10.000. Misalnya, user memasukkan angka 3456, maka 10.000 – 3.456 tentu saja hasilnya = 6.544, tapi kita mengkonversinya dengan menjadikannya sebagai kalimat tapi dibaca terbalik. Jadi, tampilannya adalah: empat empat lima enam .
Kodenya adalah:
#include
using namespace std;
void sntce (int n) {
switch (n) {
case 1: cout << "satu "; break;
case 2: cout << "dua "; break;
case 3: cout << "tiga "; break;
case 4: cout << "empat "; break;
case 5: cout << "lima "; break;
case 6: cout << "enam "; break;
case 7: cout << "tujuh "; break;
case 8: cout << "delapan "; break;
case 9: cout << "sembilan "; break;
case 0: cout << "nol "; break;
default: break;
}
}
void reverse (int n) {
int zero, mod;
zero = n / 10;
mod = n % 10;
if (zero == 0 && mod == 0)
exit;
else {
sntce (mod);
reverse (zero);
}
}
void main () {
int in, reduce;
const int stay = 10000;
do {
cout << "";
cin >> in;
} while (in > 10000 || in < 1);
reduce = stay - in;
reverse (reduce);
cout << "\n";
}
Logika:
Dari input yang dimasukan oleh user, dikurangi dengan 10.000 lalu hasilnya mulai dari angka paling terakhir sampai dengan angka pertama dikonversi ke dalam bentuk angka. Cara untuk “mengambil” angka terakhir adalah dengan mengambil modulo / sisa bagi dari hasil pengurangan tersebut dibagi 10. Misalnya, hasilnya 6544 dibagi 10 tentu saja sisanya adalah 4. Kemudian hasil bulat dari 6544 dibagi 10 yang adalah 654 akan di bagi lagi dengan 10 dan akan menghasilkan angka 4. Dan hasil bulat dari 654 dibagi 10 yang adalah 65 kembali dibagi dengan 10 dan sisanya adalah 5. Kemudian yang terakhir, karena nilai 6 yang disimpan kemudian dibagi 10, dan sisanya pasti 6, maka 6 diambil.
Penjelasan kode:
Pada bagian utama program, kita membuat beberapa variabel: reduce, in, dan stay. Variabel reduce sendiri berguna untuk menampung hasil pengurangan dari stay, yang telah kita beri nilai konstan dari awal yaitu 10.000. Tapi, kita mau mencegah agar user tidak memasukkan angka yang “tidak lazim” misalnya angka 0 atau 10.001 dan seterusnya. Maka, kita memakai fungsi do...while (ini sebenarnya “favorit” saya, karena saya ingin selalu mencegah input yang tidak normal) dengan “aturan” bahwa tampilan tersebut (“”) akan selalu terulang bila user memasukkan angka yang lebih besar dari 10.000 atau lebih kecil dari 1. Kita lalu memasukkan reduce ke reverse, itulah akhir dari program utama. Lalu, seperti yang kita lihat di atas, ada 2 fungsi yang kita buat sejak awal: sntce dan reverse. sntce berfungsi untuk mengkonversi angka menjadi sebuah kata dengan fungsi switch, yang saya rasa sudah cukup jelas, bahwa jika inputnya (dalam hal ini adalah sisa bagi dari 10.000 dikurangi input dari user kemudian dibagi 10) adalah 1, maka yang ditampilkan adalah kata “satu”, bila 2, maka ditampilkan adalah “dua”, dst. Sedangkan reverse untuk menghitung hasil pengurangan dari 10.000 dikurangi dengan input dari user (in). Di sini kita memakai dua kondisi, yaitu jika hasil bulat dari n (reduce) dibagi 10 sama dengan 0 dan juga sisa bagi (mod) sama dengan 0 (nol), dan kondisi di luat itu (tentu saja ini berarti bahwa masih ada bilangan yang harus di bagi 10 atau bisa saja masih ada sisa bagi yang harus di masukkan ke sntce). Jika yag terjadi adalah kondisi kedua, kita “melempar” variabel mod ke sntce (udah tau kan fungsinya?) lalu memangil kembali reverse dengan menggunakan zero sampai akhirnya tidak ada lagi yang bisa dibagi dan tidak ada lagi sisa pembagian. Berikut tampilannya:
Menyebut Angka
Ok, akhirnya sampai di sini juga. Program berikut adalah program untuk menyebut angka dalam bentuk kalimat mulai dari 1 sampai jutaan. Misalnya angka 123 menjadi “seratus dua puluh tiga”, dst. Berikut ini salah satu contoh kodenya:
#include
using namespace std;
void first (int n) {
switch (n) {
case 1: cout << "satu "; break;
case 2: cout << "dua "; break;
case 3: cout << "tiga "; break;
case 4: cout << "empat "; break;
case 5: cout << "lima "; break;
case 6: cout << "enam "; break;
case 7: cout << "tujuh "; break;
case 8: cout << "delapan "; break;
case 9: cout << "sembilan "; break;
case 10: cout << "sepuluh "; break;
case 11: cout << "sebelas "; break;
default: break;
}
}
void second (int n) {
int bul, sisa;
bul = n / 10;
sisa = n % 10;
if (bul == 0)
first (sisa);
else if (bul == 1) {
if (sisa <= 1)
first (n);
else {
first (sisa);
cout << "belas ";
}
}
else {
first (bul);
cout << "puluh ";
first (sisa);
}
}
void third (int n) {
int bul, sisa;
bul = n / 100;
sisa = n % 100;
if (bul == 0)
second (sisa);
else if (bul == 1) {
if (sisa == 0)
cout << "seratus ";
else {
cout << "seratus ";
second (sisa);
}
}
else {
first (bul);
cout << "ratus ";
second (sisa);
}
}
void fourth (int n) {
int bul, sisa;
bul = n / 1000;
sisa = n % 1000;
if (bul == 0)
third (sisa);
else if (bul == 1) {
if (sisa == 0)
cout << "seribu ";
else {
cout << "seribu ";
third (sisa);
}
}
else {
third (bul);
cout << "ribu ";
third (sisa);
}
}
void fifth (int n) {
int bul, sisa;
bul = n / 1000000;
sisa = n % 1000000;
if (bul == 0)
fourth (sisa);
else if (bul == 1) {
if (sisa == 0)
cout << "satu juta ";
else {
cout << "satu juta ";
fourth (sisa);
}
}
else {
third (bul);
cout << "juta ";
fourth (sisa);
}
}
void main () {
int n = 1;
while (n == 1) {
int num1;
do {
cout << "";
cin >> num1;
} while (num1 < 1);
fifth (num1);
cout << "\n";
}
}
Logika:
Kita mau mengetes apakah angka yang dimasukkan adalah jutaan, ribuan, ratusan, puluhan, atau satuan. Karena pada dasarnya hanya itu saja jenis – jenis angka yang ada (tidak termasuk milyaran dan triliunan dan yang lebih besar, karena tipe int tidak dapat menjangkau bilangan – bilangan tersebut).
Pada waktu pertama kali kita “mengetes” bilangan tersebut, kita mencoba menguji:
1. Apakah bilangan itu adalah jutaan?
Pertama – tama, mungkin ada yang bertanya mengapa bagian ini dimasuki terlebih dahulu? Secara logisnya, dari cara pengucapannya, dalam mengucapkan nama bilangan, tentu saja yang akan diucapan adalah bilangan terbesarnya lalu berurut sampai yang terkecil. Misalnya, 1.234 dibaca seribu dua ratus tiga puluh empat. Maka, dari besarnya angka yang dapat dimasukkan ke dalam program, jutaan merupakan “porsi” yang terbesar. Maka yang paling pertama diuji adalah “apakah bilangan itu adalah jutaan?”.
• jika tidak, maka bilangan itu dites apakah bilangan itu adalah ribuan.
• jika ya, maka “bagian jutaan” bilangan itu diterjemahkan ke dalam kata – kata lalu sisanya (ratusan ribu ke bawah) dicek lagi pada fungsi untuk bilangan ribuan.
2. Apakah bilangan itu ribuan?
• Jika tidak, maka bilangan itu akan dites apakah bilangan itu adalah ratusan.
• Jika ya, maka “bagian ribuan” dari bilangan itu diterjemahkan lalu sisanya dimasukkan di bagian ratusan.
3. Apakah bilangan itu ratusan?
• Jika tidak, maka bilangan itu akan dites apakah bilangan itu adalah puluhan.
• Jika ya, maka “bagian ratusan” dari bilangan itu diterjemahkan lalu sisanya dimasukkan ke dalam fungsi puluhan.
4. Apakah bilangan itu puluhan?
• Jika tidak, maka bilangan itu akan dimasukkan ke dalam fungsi terakhir, fungsi satuan.
• Jika ya, maka “bagian puluhan” dari bilangan itu akan diterjemahkan dan kemudian sisanya dimasukkan ke dalam fungsi satuan.
Penjelasan kode:
Pertama – tama, perlu kita perhatikan bahwa sudah “disiapkan” sebuah perulangan di sana (while). Itu sebenarnya “kerjaaan” saya, yang membuatnya supaya programnya bisa diulang terus menerus (silahkan edit sendiri kalau mau merubahnya) . Pada fungsi utama, seperti yang kita lihat, kita ingin supaya masukan kita mempunyai nilai paling tidak sama dengan satu. Lalu setelah itu, kita memasukkan input tersebut pada bagian jutaan. Caranya mirip dengan bagaimana kita menerjemahkan angka – angka ke dalam kata – kata. Prosesnya dapat kita lihat pada kondisi – kondisi pada fungsi tersebut.
• Jika hasil bulat dari pembagian n dengan 1.000.000 adalah 0 (nol), maka bisa dipastikan bahwa n bukanlah bilangan jutaan.
• Jika hasil bulat dari pembagian n dengan 1.000.000 adalah 1 dan sisanya adalah 0 (nol), maka n pastilah 1.000.000 (satu juta).
• Jika hasil bulat dari pembagian n dengan 1.000.000 lebih besar dari 1, maka bilangan tersebut pastilah lebih atau sama dengan 2.000.000. Maka hasil bulat pembagian tersebut, dimasukkan ke dalam third (karena nilai maksimal dari bilangan jutaan adalah ratusan juta), lalu di cetak kata “juta ”, dan kemudian sisanya dimasukkan ke dalam fourth (karena ada kemungkinan sisanya bernilai ribuan)
Pada fungsi – fungsi yang lainnya juga dibuat dengan cara seperti itu hingga akhirnya pada bagian satuan dari bilangan tersebut. Hanya saja, jika kita perhatikan pada fungsi second, ada sebuah kondisi dimana jika hasil bulat dari pembagian adalah 1, dan jika sisanya lebih besar dari 1, maka sisanya akan dimasukkan ke dalam first dan selanjutnya di cetak kata “belas ”. Jadi misalnya, angkanya adalah 19, sisanya tentu saja adalah 9. Angka 9 di first, akan menghasilkan kata “sembilan “ di layar. Lalu ditambah dengan 
kata “belas “, maka hasilnya adalah “sembilan belas “. Jadi, kita tidak usah membuat case untuk “belas – belas” yang lain selain 11 (sebelas), ‘tul ga? .
by armen
Dibawah ini saya mengelompokan beberapa Aplikasi Facebook yang wajib dimiliki setiap blogger, sebagian besar aplikasi sangat berguna untuk memperbaharui status jejaringan sosial lainnya melalui Aplikasi Facebook dan sebagian lagi bisa Anda gunakan sebagai cara termudah untuk promosi blog.
Twitter
Anda tentunya sudah mengenal Twitter, dengan tersedianya Twitter diaplikasi Facebook ini berarti mempermudah Anda untuk memperbaharui status di Twitter Anda. Pada dasarnya setiap kali Anda melakukan update melalui twitter maka secara otomatis pesan tersebut akan langsung diimpor sebagai status baru di facebook.
Networks Blogs
Anda dapat mempromosikan blog Anda di Facebook melalui aplikasi NetworkedBlogs. NetworkedBlogs adalah komunitas blogger bagi mereka yang mencintai blog. Bergabung sekarang dengan menambahkan blog Anda, dan bergabung dengan blogger lainya yang mempunyai minat yang sama dengan Anda.
Friend Feed
Anda mungkin sudah tidak asing dengan Friend Feed. Setelah Anda men-setup profil Anda pada layanan Friendfeed Feed dengan benar, Anda dapat memperbaharui status dan konten dari banyak sumber ke dalam satu lokasi. Dan memungkinkan Anda untuk melakukan import semua status kedalam Facebook Profil!
Ping.fm
Ping.fm memungkinkan Anda untuk melakukan tindakan-tindakan seperti update status melalui aplikasi Ping.fm. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar layanan ini karena Anda mungkin juga sudah mencobanya.
Notes
Dengan Notes Facebook, Anda dapat berbagi kisah kehidupan Anda dengan teman-teman Anda melalui bentuk tulisan. Anda dapat menAndai teman-teman Anda dalam catatan, dan mereka dapat memberi komentar di dalamnya. Aplikasi Notes menampilkan beberapa catatan yang terakhir ditulis oleh teman-teman Anda, catatan yang mana teman-teman Anda telah ditandai, dan tautan ke catatan-catatan Anda.
Blogvote
Konsep di balik Blogvote sangat sederhana, Anda tinggal menelusuri melalui berbagai blog yang telah diajukan dan mengevaluasi kualitas mereka pada skala 1 sampai 5. Anda dapat melihat beberapa blog dengan peringkat teatas, memberi komentar pada blog itu dan tentu saja memungkinkan mengirim blog Anda sendiri.
HTML Profile Box
Letakkan kode HTML di personal profile Anda! Anda bisa menggunakan Format teks untuk bold, italic, underlined, colored, add background color, menggunakan berbagai font, ukuran font, menyisipkan tabel, gambar, link dll. Yang jelas Anda bisa melakukan apa saja yang biasa Anda lakukan dengan HTML!
My Stuff
My Stuff hampir sama dengan aplikasi HTML Profile Box diatas, namun aplikasi ini sangat terbatas dan terbilang sangat sederhana.
RSS Share
Facebook sendiri sebenarnya membolehkan kita melalukan impor RSS Feed melalui Aplikasi Notes, tapi jika Anda ingin mencoba aplikasi lainnya, RSS Share bisa jadi pilihan.
Sosial RSS
Sosial RSS memungkinkan Anda untuk menambahkan RSS Feed ke halaman profile facebook Anda, tersedia 2 pilihan box tab atau Tab khusus di halaman personal Anda atau pada Facebook Page Anda. RSS Anda akan diiperbarui secara otomatis dan memungkinkan pembaca Anda berlangganan ke feed Anda jika mereka menginginkannya!
Mirror Blog
Mirror Blog juga salah satu aplikasi yang memungkinkan Anda melakukan Share RSS Feed. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk menulis posting blog melalui facebook, sayangnya aplikasi ini mengharuskan kita melakukan save username dan password, ini yang membuat saya kurang nyaman menggunakannya.
Silahkan dicoba aja semua, semoga bermanfaat :)
Artikel: o-om.com


